Uncategorized

TIM GABUNGAN PADAMKAN KARHUTLA 2 HEKTARE DI KAMPUNG MANTAR, KECAMATAN DAMAI

Kutai Barat, 3 September 2026 — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kampung Mantar, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 18.00 WITA.

Kebakaran tersebut terjadi di lahan milik masyarakat yang berada di pinggir jalan penghubung Kampung Mantar menuju Kampung Nilik. Lokasi kebakaran merupakan lahan perkebunan dan lahan kosong yang sebelumnya juga pernah mengalami kebakaran pada 25 Agustus 2026.

Mendapatkan informasi tersebut, personel Polsek Damai bersama unsur terkait langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemadaman dan penanganan terhadap titik api. Tim gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 18.18 WITA dan segera melaksanakan pemadaman.

Kegiatan tersebut melibatkan personel Polsek Damai, Kodim 0912, Koramil Damai, BPBD Kabupaten Kutai Barat, Manggala Agni, MPA Kampung Mantar, PT. MBL, PT. CAK, serta masyarakat sekitar Kampung Mantar.

Dalam pelaksanaan pemadaman, tim gabungan menghadapi kondisi lahan yang merupakan tanah gambut. Masih terdapat akar gambut, daun, dan pepohonan kering yang berpotensi menyebabkan api kembali merambat apabila tidak dilakukan pendinginan secara maksimal.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±2 hektare, dengan dampak berupa tanaman pohon karet dan pohon kelapa sawit. Api diketahui berasal dari bagian tengah lahan dan merambat ke arah permukiman warga Kampung Mantar.

Setelah dilakukan pemadaman, tim gabungan melaksanakan pendinginan dan monitoring terhadap titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan api kembali. Sekitar pukul 23.30 WITA, kegiatan pemadaman dan pendinginan dinyatakan selesai, dengan kondisi api berhasil dikendalikan.

Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil yang dilaporkan. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan dan belum diketahui.

Kapolsek Damai bersama personel dan tim gabungan akan terus melakukan monitoring terhadap lokasi kebakaran serta mengantisipasi munculnya kembali titik api. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang dapat memicu terjadinya Karhutla.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *