Jenazah ABK Kapal Ditemukan di Mahakam Setelah Tiga Hari Pencarian

PENYINGGAHAN – Muhammad Ismail (27), seorang Anak Buah Kapal (ABK) asal Muara Muntai, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Mahakam. Pencarian yang melibatkan tim gabungan dan masyarakat selama tiga hari akhirnya berbuah hasil pada Minggu (18/1/2026) siang.
Jenazah korban ditemukan sekitar pukul 13.07 WITA oleh gabungan warga dari Muara Muntai (keluarga korban) dan masyarakat Penyinggahan, di perairan Kampung Tanjung Haur, Kecamatan Penyinggahan. Lokasi penemuan berada sekitar 150 meter dari tempat kejadian. Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke kampung halaman korban di Rebak Rinding, Muara Muntai, Kutai Kartanegara, untuk dimakamkan.
Operasi Pencarian Gabungan
Pencarian secara resmi oleh tim gabungan dimulai pada Sabtu pagi, setelah sebelumnya dilakukan upaya mandiri oleh masyarakat. Rangkaian kegiatan pada hari penemuan adalah sebagai berikut:
· Pukul 07.30 WITA: Tim Gabungan yang terdiri dari BPBD Kutai Barat, Sat Pol Airud Polres Kubar, Personel Brimob, Polsek Penyinggahan, dan Kecamatan Penyinggahan melaksanakan apel konsolidasi sebelum memulai penyisiran.
· Pukul 08.00 WITA: Penyisiran sungai Mahakam dimulai dengan menggunakan 2 unit kapal milik BPBD, 1 unit kapal Sat Pol Airud, perahu ces milik Kecamatan Muara Pahu, serta sekitar 30 unit perahu ces milik masyarakat. Area pencarian mencakup dari lokasi kejadian hingga Kampung Minta.
· Pukul 12.00 WITA: Tim beristirahat untuk Ishoma, dengan sebagian personel tetap standby di lokasi.
· Pukul 13.07 WITA: Berdasarkan informasi masyarakat, korban ditemukan. Tim gabungan dari BPBD dan Polri segera mendatangi lokasi untuk proses lebih lanjut.
Kronologi Kejadian
Musibah terjadi pada Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 10.00 WITA di Kampung Penyinggahan Ilir. Saat itu, Muhammad Ismail bersama rekan kerjanya, Kasdi, sedang membersihkan atap Kapal Berkat Hikmah A4.
Menurut kesaksian, Ismail telah diperingatkan untuk menggunakan tangga kapal karena kondisi licin. Namun, ia memilih naik melalui pinggiran kapal. Ia kemudian terpeleset, kepalanya terbentur kayu pijakan samping kapal, dan jatuh tersangkut di sela-sela antara Kapal Berkat Hikmah dan Kapal Berkat Ramadan, sebelum akhirnya tercebur ke sungai.
Kasdi yang melihat kejadian itu segera berteriak meminta tolong. Warga sekitar yang mendengar kemudian mengerahkan sekitar 15 perahu untuk segera melakukan pencarian di sepanjang arah arus air.
Penanganan Pasca Penemuan
Setelah korban ditemukan, pihak keluarga menyatakan peristiwa ini sebagai musibah murni dan menolak dilakukan pemeriksaan visum. Keluarga bersedia membuat surat pernyataan penolakan visum secara tertulis.
Polsek Penyinggahan juga telah berkoordinasi dengan Polsek Muara Muntai untuk memantau proses pemakaman. Dengan telah ditemukannya korban, seluruh tim pencari yang berada di posko kemudian membubarkan diri dan bersiap kembali ke instansi masing-masing.
