Uncategorized

Ketum PP Muhammadiyah: Perubahan Struktur Polri Rawan Timbulkan Masalah Baru

JAKARTA, iNews.id – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir buka suara soal wacana perubahan struktur Polri dari di bawah presiden menjadi di bawah kementerian. Jika setiap masalah muncul dan dilakukan perubahan struktural, kata dia, justru menimbulkan masalah baru atau tidak menyelesaikan permasalahan yang ada. 

“Apakah dengan ada masalah kementerian kita hilangkan, kita lebur dan lain sebagainya, atau juga ketika kita punya masalah dalam kehidupan masyarakat selalu perubahan struktural, cukuplah,” kata Haedar kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (21/2/2026). 

Menurutnya, posisi Polri dan TNI di bawah presiden setelah Reformasi 1998 merupakan hasil dari pertimbangan yang matang. Mengingat, ketika itu seluruh proses dan institusi kenegaraan mengalami perubahan. 

Selain itu, Polri dan TNI merupakan alat negara yang sangat penting dengan fungsi yang berbeda. Jika ada masalah, katanya, akan lebih baik diperbaiki di internal institusi.

“Kalau ada masalah lebih baik lihat kondisi di dalam dan diperbaiki yang ada di dalam, sebagaimana juga ada masalah dalam birokrasi pemerintahan secara keseluruhan,” ujar Haedar. 

Oleh karena itu, kata dia, Muhammadiyah menyarankan good governance atau tata kelola yang baik diterapkan baik di tubuh internal kepolisian, tentara, hingga birokrasi kementerian. Sebab, semuanya saat ini mempunyai masalah terkait pencegahan korupsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *